Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery Product

Contacts

Jl. Blado Kalipancur KM.02 Cokro Blado Batang

info@skeido.id

08285-4488166

Startup Technology

Peluang Bisnis Startup di 2022

Riset terbaru dari Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terakselerasi akibat pandemi.
Total nilai transaksi kotor (gross merchandise value, atau GMV) untuk transaksi digital di kawasan ini dilaporkan menyentuh angka US$174 miliar (Rp2,48 kuadriliun) pada 2021, serta diprediksi bakal naik hingga dua kali lipat pada 2025 mendatang. Perkiraan tersebut lebih tinggi 20 persen dibanding prediksi pada tahun sebelumnya.

Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan ini juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. GMV transaksi digital di dalam negeri mencapai US$70 miliar (Rp1 kuadriliun) pada 2021, dan diperkirakan bakal naik dua kali lipat pada 2025 mendatang. Berbagai vertikal bisnis di ekonomi digital, mulai dari e-commerce, transportasi, hingga media daring, mengalami pertumbuhan digit ganda selama 2021.
Angka-angka ini menunjukkan masih banyak peluang yang bisa digarap oleh para pelaku startup. Meski kini sudah ada perusahaan-perusahaan besar di bidang teknologi pun, nyatanya peluang yang ada di pasar masih terbuka. Ini dibuktikan dari peningkatan minat investor untuk mendanai startup kawasan ini.

Berdasarkan pantauan Tech in Asia, berikut adalah beberapa sektor yang mengalami peningkatan tren belakangan ini:

E-commerce masih jadi raja
Angka penetrasi internet yang Asia Tenggara diperkirakan telah mencapai 75 persen dari populasi sekitar 655 juta jiwa pada 2021, dengan ada sekitar 40 juta pengguna baru selama 2021. Riset Google menyebut 7 dari 10 pengguna baru internet di kawasan in pun menyatakan bakal terus bertransaksi lewat internet bahkan setelah pandemi usai. Angka-angka ini adalah tanda-tanda menggembirakan untuk peluang e-commerce di masa depan.

Keberadaan sejumlah platform marketplace daring raksasa di kawasan ini, seperti Shopee, Tokopedia, hingga Lazada, tak berarti sektor e-commerce tidak menyisakan peluang sama sekali. Tantangannya kini adalah bagaimana membantu para pengguna internet baru (atau yang bahkan belum menggunakannya sama sekali) untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan taraf hidup masing-masing.
Khususnya di Indonesia, peta persaingan e-commerce kini telah bergeser ke kota-kota kecil serta para pedagang ritel. Hampir setiap marketplace daring besar kini telah membentuk lini usaha untuk membantu para pedagang ritel berjualan, mulai dari menawarkan produk digital hingga mencukup kebutuhan persediaan barang dagangan.

Tak hanya menggarap pedagang ritel, sejumlah startup juga membentuk skema penjualan inovatif guna menjangkau para konsumen di kota-kota kecil. Startup seperti Super atau Ula berupaya menggerakkan transaksi digital di kota-kota kecil lewat sistem group buying atau social commerce.
Pandemi berkepanjangan pun telah menciptakan kebiasaan baru di sejumlah kalangan masyarakat untuk melakukan belanja kebutuhan sehari-hari lewat platform daring. Sejumlah pelaku e-commerce pun berupaya menangkap kesempatan ini dengan menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti Grab yang menggandeng HappyFresh, hingga Blibli yang membeli saham Ranch Market.

Pertumbuhan pesat pesan-antar makanan
Pandemi telah membuat layanan pesan-antar makanan mengalami perkembangan, hingga tingkat penetrasinya diperkirakan telah mencapai 71 persen. Meski ada kemungkinan pertumbuhannya bakal melambat saat pandemi mereda nanti, namun basis pengguna yang pernah menggunakan layanan ini menyatakan bakal terus memakai layanan ini.

Hal ini membuka peluang bagi startup di bidang kuliner untuk membuat jaringan bisnis yang khusus berada di platform pesan-antar makanan. Mulai dari pengelola fasilitas cloud kitchen untuk disewakan seperti Everplate, hingga startup yang membangun bisnis makanan dan minuman khusus pengantaran seperti Hangry. Peta persaingannya kini telah bergeser jadi siapa yang bisa memanfaatkan platform pesan-antar makanan terbesar–antara lain GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood–dengan optimal.

Tren gaya hidup sehat di daerah kota-kota besar juga mengalami peningkatan. Makin banyak orang yang mencari opsi makanan-makanan sehat yang berasal dari bahan-bahan organik, atau dibuat dari bahan-bahan alternatif daging. Tren ini memunculkan sejumlah startup yang berupaya menyediakan makanan sehat, seperti Greenly, Madgrass, dan Burgreens.

Tantangan para startup makanan sehat mengedukasi pasar masih terbentang luas, dan baru ada sedikit pelaku pasar yang menggarap sektor ini. Dengan tingkat edukasi masyarakat yang makin tinggi, kelas menengah yang terus tumbuh, serta gerakan cinta lingkungan yang makin meluas, pangsa pasar sektor ini hanya akan terus meningkat di masa depan.

Pasar UMKM yang seksi
Sektor UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB Indonesia. Menariknya, sejumlah pelakunya masih menggunakan cara-cara tradisional untuk mengelola dan mengembangkan usaha masing-masing.

Peluang inilah yang dilirik oleh berbagai startup dalam negeri. Mulai dari menyediakan platform berjualan, pencatatan keuangan, hingga melayani rantai pasok. Berbagai startup berbondong-bondong menawarkan layanan masing-masing agar pelaku UMKM bisa “naik kelas” dan menjalankan bisnis di ranah digital.

Latar belakang para pelaku UMKM yang merupakan para pengusaha pun membuat mereka lebih mudah menerima layanan-layanan baru. Startup hanya perlu meyakinkan mereka bahwa layanan yang ditawarkan bisa membuat proses bisnis jadi lebih efisien, atau memperoleh imbal hasil yang lebih besar.

Sektor lain yang juga potensial
Jangan lupakan sektor pendidikan yang mengalami pergeseran masif ketika pandemi. Di saat para siswa belajar dari rumah masing-masing, teknologilah yang jadi penyambung proses belajar-mengajar sehingga bisa tetap berjalan, meski dari jauh sekalipun.

Ketika pandemi mereda nanti pun, siswa-siswa yang telah terbiasa dengan konsep belajar jarak jauh ini bisa lebih mudah menerima materi ajar tanpa tatap muka langsung. Sekolah-sekolah yang telah merangkul proses digitalisasi pun kini bisa lebih mudah sistem pengelolaan sekolah yang lebih modern secara digital.

Industri kesehatan pun telah mendapatkan basis pengguna yang pernah menggunakan layanan kesehatan jarak jauh. Kini makin banyak anggota masyarakat yang melakukan konsultasi jarak jauh, memesan obat lewat kurir daring, hingga membuat temu janji dengan dokter via aplikasi. Kebiasaan ini diperkirakan akan terus berlangsung di masa depan.

Selain itu, isu lingkungan yang makin hangat akhir-akhir ini juga akan memicu peningkatan minat terhadap sektor ESG (environmental, social, and governance). Ini adalah startup yang bertujuan untuk menjaga lingkungan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, atau meningkatkan pengelolaan bisnis agar lebih efisien.

Isu pemanasan global hingga pencemaran lingkungan yang makin mengkhawatirkan akan membutuhkan startup inovatif untuk memberi solusi atas permasalahan ini.(C)